Di Indonesia, penggunaan lantai keramik atau granit adalah pemandangan umum dalam rumah-rumah. Keduanya tidak hanya membuat rumah tampak cantik dan bersih, tetapi juga cocok dengan iklim tropis yang panas. Namun, ada perbedaan penting antara keramik dan granit yang mungkin belum diketahui banyak orang. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kelebihan dan Kekurangan Keramik
Keramik terbuat dari tanah liat, dan Anda dapat mengenali mereka dengan melihat bagian bawahnya yang berwarna merah. Kelebihan keramik termasuk kekuatan tekanan, beragam motif, ketersediaan yang luas, kemudahan perawatan, dan harganya yang terjangkau. Namun, keramik memiliki nat yang cukup besar, yang berisiko cepat kotor, dan keramik tidak dapat dipoles jika tergores.
Kelebihan dan Kekurangan Granit
Granit, di sisi lain, adalah material bangunan dari batuan padat yang mengandung mineral. Anda dapat mengenali granit dengan melihat bagian bawahnya yang berwarna putih. Granit lebih kuat daripada keramik, memiliki warna yang lebih mengilap, tahan terhadap goresan, bisa dipoles, memiliki nat yang lebih kecil, dan memberikan kesan alami. Namun, granit memiliki pori-pori yang lebih besar dan akan menyerap noda jika tidak segera dibersihkan. Harga granit juga lebih tinggi, dan pemasangannya sering memerlukan tenaga profesional.
Cara Melihat Kualitas Keramik dan Granit
Keramik dan granit memiliki grade yang mengindikasikan kualitasnya. Semakin rendah angka grade-nya, semakin baik kualitasnya. Demi keberhasilan proyek lantai Anda, penting untuk memahami perbedaan antara keramik dan granit dan memilih grade yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Dalam memilih antara keramik dan granit untuk lantai rumah Anda, pertimbangkan kebutuhan dan anggaran Anda, serta tahu persis apa yang Anda cari dalam hal tampilan dan daya tahan.